Analisa Berita Fundamental (NEWS) Emas – 28 Oktober 2025

Berikut analisa faktor–faktor fundamental (news) yang bisa menjelaskan pergerakan emas (XAU/USD) pada 28 Oktober 2025, serta bagaimana faktor-faktor tersebut bisa mendukung atau menekan harga emas, dan apa implikasinya untuk trading.

Analisa Berita Fundamental (News) Emas — 28 Oktober 2025

  1. Meredanya Ketegangan Dagang AS–China
    • Beberapa laporan menyebut bahwa perundingan dagang antara AS dan China menunjukkan sinyal positif atau setidaknya risiko eskalasi menurun.  
    • David Meger (High Ridge Futures) menyatakan bahwa perbaikan dalam hubungan dagang ini “mengurangi kebutuhan investor terhadap aset safe-haven seperti emas.”  
    • Implikasi emas: Karena ketegangan geopolitik / dagang mereda, sebagian aliran modal safe-haven bisa keluar dari emas dan mengalir ke aset risiko (“risk-on”), memberi tekanan jual pada emas jangka pendek.
  2. Ekspektasi Kebijakan The Fed / Suku Bunga AS
    • Investor sedang menantikan keputusan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat (“pelaku pasar kini menanti keputusan terbaru mengenai suku bunga … pekan ini”) menurut laporan Liputan6.  
    • Ada pandangan dari analis bahwa suku bunga bisa dipotong di masa depan (atau setidaknya ekspektasi pemotongan meningkat), yang meningkatkan daya tarik emas. UBS pun secara fundamental optimistis terhadap emas karena prediksi pemangkasan suku bunga dan pelemahan USD.  
    • Implikasi emas: Jika The Fed menurunkan suku bunga (atau sinyal sangat dovish), hasil riil (real yields) bisa turun → membuat emas lebih menarik. Tapi, jika pasar meragukan pemotongan atau ada skenario “hawkish surprise,” bisa menekan emas.
  3. Optimisme Ekonomi Global / Rotasi Risiko
    • Karena meredanya perang dagang, investor mungkin lebih optimistis terhadap ekonomi global dan memilih aset risiko seperti saham, alih-alih emas. Analis menyebut investor bisa “beralih ke saham” ketika safe-haven kurang diperlukan.  
    • Ini sejalan dengan analisa bahwa ada koreksi teknikal pada emas karena sebagian modal safe-haven keluar.  
    • Implikasi emas: Tekanan jual emas bisa datang dari rotasi modal ke aset berisiko; ini bisa mempercepat koreksi jika sentimen risiko (risk-on) terus kuat.
  4. Prospek Permintaan Bank Sentral / Alokasi Emas
    • Bahkan dalam koreksi jangka pendek, sebagian analis (termasuk dari Beritasatu) menilai tren jangka panjang emas masih positif karena permintaan struktural dari bank sentral.  
    • UBS memperkirakan bahwa pembelian emas oleh bank sentral akan tetap kuat (misalnya di kisaran 900–950 ton) dalam jangka menengah.  
    • Implikasi emas: Dukungan dari bank sentral bisa menjadi bantalan fundamental jangka panjang, meskipun ada koreksi jangka pendek.
  5. Risiko Makro Lain: Utang Publik & Ketidakpastian Kebijakan
    • Dalam laporan lain, lembaga keuangan menyoroti risiko utang publik AS dan ketergantungan terhadap emas sebagai lindung nilai terhadap depresiasi dolar.  
    • Ketidakpastian kebijakan — misalnya terkait independensi bank sentral — juga dianggap sebagai katalis jangka panjang untuk emas.  
    • Implikasi emas: Jika utang publik AS tetap menjadi sorotan dan ada keraguan atas kredibilitas kebijakan moneter, emas bisa terus menarik permintaan sebagai penyimpan nilai (store of value).
  6. Revisi Proyeksi Harga Emas dari Lembaga Keuangan
    • UBS menaikkan target harga emas menjadi US$ 3.800/oz pada akhir 2025, dan bahkan US$ 3.900/oz pertengahan 2026.  
    • Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada koreksi saat ini, beberapa analis institusi masih sangat bullish jangka menengah terhadap emas.
    • Implikasi emas: Proyeksi ini memberikan kerangka fundamental yang mendukung alokasi emas sebagai aset lindung nilai dalam portofolio jangka menengah hingga panjang.

Risiko Fundamental yang Bisa Menekan Emas Selanjutnya

  • Jika perundingan AS-China berlanjut positif, risiko geopolitik berkurang → akan melemahkan daya tarik safe-haven emas.
  • Jika The Fed tidak menurunkan suku bunga sesuai ekspektasi, atau justru mempertahankan suku bunga tinggi → real yield bisa tetap menarik untuk aset berbunga, menekan emas.
  • Jika ekonomi global pulih cukup kuat → investor bisa berpindah dari emas ke saham atau aset risiko lain → potensi rotasi keluar dari emas.
  • Fluktuasi besar dalam kebijakan fiskal AS (utang publik, defisit) tetap bisa menimbulkan risiko, tetapi jika ada solusi sementara atau stabilitas kebijakan, sebagian permintaan hedging bisa menghilang.

Kesimpulan Fundamental & Implikasi untuk Strategi Trading

  • Fundamental jangka pendek saat ini mendukung koreksi emas karena: meredanya ketegangan dagang AS-China + rotasi ke aset risiko + spekulasi bahwa safe-haven kurang dibutuhkan.
  • Namun, ada faktor fundamental jangka menengah hingga panjang yang mendukung emas: ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, permintaan bank sentral, dan ketidakpastian utang/politik AS.
  • Jadi, strategi trading bisa memanfaatkan koreksi saat ini untuk melakukan entri sell (scalp / swing), tetapi tetap menjaga pandangan jangka menengah bahwa emas bisa rebound jika faktor safe-haven kembali muncul atau kebijakan dovish Fed semakin jelas.
Share this post :
Facebook
Twitter
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau Belajar Trading Bareng Komunitas Aktif?

Gabung ke grup saya dan ribuan trader lainnya! Belajar bareng, sharing sinyal harian, dan analisa market langsung setiap hari!