
Penulis: Widimax Research Team
Tanggal: Senin, 3 November 2025
Instrumen: XAU/USD (Gold vs USD)
Gambaran Umum Pasar
Awal pekan ini, pasar emas global dibuka dengan nada waspada dan cenderung korektif setelah harga emas dunia sempat menembus level psikologis penting di atas US$ 4.000 per ons. Level tersebut kini menjadi area pertarungan antara buyer dan seller, sementara pelaku pasar menantikan arah kebijakan moneter The Federal Reserve dan dinamika ekonomi global menjelang rilis data penting di akhir pekan.
Meskipun secara jangka panjang tren emas masih berada dalam bias bullish, momentum jangka pendek menunjukkan potensi konsolidasi di tengah tekanan teknikal dan perubahan kebijakan di beberapa negara kunci, terutama China.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga Emas
1. Kebijakan China dan Dampaknya ke Pasar Global
Pemerintah China baru-baru ini menghapus insentif pajak untuk beberapa perusahaan retail perhiasan yang sebelumnya mendorong pembelian emas fisik. Kebijakan ini berpotensi menekan permintaan domestik, mengingat China merupakan salah satu konsumen emas terbesar di dunia.
Langkah tersebut menjadi sinyal kehati-hatian Beijing dalam mengontrol arus modal dan spekulasi di sektor komoditas menjelang akhir tahun fiskal.
2. Kebijakan Moneter The Federal Reserve (Fed)
Faktor utama yang terus membayangi harga emas adalah ekspektasi arah suku bunga Fed.
- Jika pasar menilai bahwa Fed akan menahan suku bunga tinggi lebih lama, maka dolar AS berpotensi menguat dan menekan emas.
- Sebaliknya, apabila muncul sinyal penurunan suku bunga lebih cepat karena data ekonomi AS melemah, emas bisa kembali naik ke area 4.050–4.100 dalam jangka pendek.
Pasar masih mencermati pidato para pejabat The Fed minggu ini sebagai katalis utama pergerakan harga emas.
3. Data Ekonomi Global
Investor juga menantikan serangkaian data penting seperti:
- ISM Manufacturing PMI AS (Senin malam)
- Job Openings (JOLTs) dan ADP Nonfarm Employment (pertengahan pekan)
- serta Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat mendatang
Data-data tersebut akan menjadi penentu arah sentimen dolar dan yield obligasi, dua faktor utama yang sangat memengaruhi harga XAU/USD.
Sentimen Pasar dan Kondisi Teknis
Secara teknikal, emas kini bergerak di sekitar range US$ 3.990 – US$ 4.020, menandakan fase konsolidasi setelah kenaikan tajam beberapa minggu terakhir.
Beberapa analis menilai harga emas saat ini berada dalam posisi “overbought” dan rawan koreksi, namun secara fundamental belum ada tanda-tanda pembalikan tren besar.
Bagi trader yang menggunakan pendekatan Smart Money Concept (SMC) dan Moving Average, beberapa poin penting dapat diperhatikan:
- Zona Supply: 4.020 – 4.050 → potensi rejection jika tidak ada katalis baru
- Zona Demand / Support: 3.905 – 3.950 → area minat beli potensial untuk scalping atau swing entry
- Konfirmasi Teknis: Perhatikan struktur market di timeframe H1–M15; kombinasi Break of Structure (BOS) dan rejeksi MA bisa menjadi peluang entry terbaik
Rencana Trading Hari Ini
Skenario Bullish
Jika emas mampu bertahan di atas level 4.000 dan muncul konfirmasi harga menolak turun (rejection kuat dari demand zone), potensi rebound ke arah 4.040–4.080 cukup besar.
Katalis pendukung: pelemahan dolar AS atau data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi.
Skenario Bearish / Korektif
Break kuat di bawah 3.990 bisa memicu koreksi menuju 3.940 – 3.905, terutama jika dolar AS kembali menguat atau ada sentimen hawkish dari The Fed.
Scalper disarankan fokus pada momentum cepat dengan target pendek dan stop loss ketat di bawah struktur harga utama.
Kesimpulan
Hari ini, XAU/USD cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias korektif ringan.
Namun, peluang rebound tetap terbuka jika ada katalis positif dari sisi makroekonomi.
Trader disarankan untuk tetap fokus pada reaksi harga di area kunci 3.990 – 4.000, menjaga manajemen risiko, dan menyesuaikan gaya trading (scalping atau swing) sesuai volatilitas sesi yang aktif.
Emas tetap menjadi instrumen utama untuk safe haven dan diversifikasi aset, namun volatilitas tinggi menjelang rilis data AS menuntut kedisiplinan dalam eksekusi.



