Analisa Berita Fundamental Emas — 27 Oktober 2025

Ringkasan Sentimen Pasar Hari Ini

Pada 27 Oktober 2025, harga emas dunia mengalami tekanan yang cukup signifikan. Ada beberapa faktor fundamental utama yang mendorong aksi jual emas, yakni penguatan dolar AS, optimisme perjanjian dagang AS–China, serta data inflasi Amerika Serikat yang menjadi perhatian investor.

Faktor-faktor Penurunan Emas

  1. Penguatan Dolar AS
    Dolar Amerika Serikat menguat terhadap mata uang utama lainnya, termasuk yen, yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang non-dolar. 
    Kuatnya dolar AS mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe-haven bagi sebagian investor, karena harga emas dalam dolar menjadi lebih “mahal.”  
  2. Optimisme Kesepakatan Dagang AS–China
    Ada perkembangan positif dalam hubungan dagang antara AS dan China. Pejabat ekonomi tinggi dari kedua negara dilaporkan menyusun kerangka kesepakatan yang akan dibahas lebih lanjut oleh Presiden Trump dan Presiden Xi. 
    Optimisme ini menurunkan permintaan emas sebagai aset “safe-haven,” karena risiko geopolitik mulai sedikit mereda.  
  3. Data Inflasi AS Lebih Tinggi dari Ekspektasi Ringan
    Inflasi tahunan AS naik menjadi sekitar 3% pada September 2025, meskipun sedikit di bawah perkiraan awal. 
    Angka inflasi yang masih tinggi mengurangi ekspektasi pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga secara agresif—atau setidaknya memperlambat laju pemangkasan.  
  4. Permintaan Emas dari ETF Menurun (atau Setidaknya Tidak Menguat)
    Menurut laporan, holding di SPDR Gold Trust (ETF emas terbesar) turun sekitar 0,52%, yang menunjukkan ada tekanan jual dari investor institusi atau likuiditas keluar dari emas.  
  5. Sentimen Lokal & Rupiah
    Di dalam negeri, sentimen ekonomi global juga menjadi penentu fluktuasi nilai tukar Rupiah — yang berpotensi menekan daya tarik emas lokal. 
    Selain itu, harga emas Antam di Indonesia ikut tertekan hari ini, turun Rp 23.000 ke Rp 2.327.000 per gram.  

Outlook dan Prospek Emas ke Depan

  • The Fed Meeting Mendatang: Investor sangat menantikan pertemuan The Fed yang dijadwalkan pekan ini, karena ekspektasi pemangkasan suku bunga akan sangat memengaruhi emas.  
  • Dukungan Jangka Menengah: Meskipun ada tekanan saat ini, prospek kebijakan moneter longgar masih menjadi pendukung emas. Analis menyebut bahwa jika The Fed memangkas suku bunga, emas bisa menemukan pijakan kembali sebagai aset non-yield.  
  • Risiko Perjanjian Dagang: Sementara optimisme perjanjian dagang mengurangi permintaan safe-haven, proses negosiasi bisa berjalan berliku. Jika negosiasi gagal atau menghadapi hambatan, emas bisa kembali naik sebagai aset pelindung risiko.
  • Support Teknis: Jika tekanan jual berlanjut, emas bisa mencari support di level yang lebih rendah. Namun, risiko rebound juga terbuka jika investor kembali menilai bahwa “rezim suku bunga rendah” akan berlanjut di masa mendatang.

Implikasi untuk Trader Widimax

  • Trader scalping bisa mewaspadai potensi swing intraday karena volatilitas bisa meningkat menjelang rilis pertemuan The Fed atau berita dagang AS–China.
  • Untuk swing trading, ini bisa menjadi momen koreksi menarik; trader bisa mencari titik entry saat emas koreksi dengan ekspektasi rebound jika kebijakan moneter longgar tetap diantisipasi.
  • Penting untuk memperhatikan manajemen risiko: gunakan ukuran posisi yang konservatif mengingat faktor fundamental bisa berubah cepat, apalagi dengan sentimen dagang dan suku bunga.
Share this post :
Facebook
Twitter
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau Belajar Trading Bareng Komunitas Aktif?

Gabung ke grup saya dan ribuan trader lainnya! Belajar bareng, sharing sinyal harian, dan analisa market langsung setiap hari!